25 Juni 2010

Revisi Diani


Pagi-pagi dapat kejutan dari Diani. Here we go! Ini revisinya!

Diani bikin 2 versi. Satu pakai latar belakang peta tube, satu lagi polos. Dia kasih dua-duanya karena dia bingung mana yang paling cihuy. Trus dia menyerahkannya ke gw lah, huhuhuhu.. padahal udah pasti gw bakal tambah bingung.

Kerennya, cover revisi Diani ini kelar sebelum subuh! Yay, makin hebriing!


Dan ternyata, cover ini teteeeeuuupp keren meski tanpa Pippilotta, kuda dan monyet. Kalau kata Hil, cover ini tetap dapat nuansa fun-nya Pippilotta. Yippiiieeee..
Naaahhh gw juga bingung deh. Lebih keren mana ya? Yang pakai background atau enggak? Eh iya, ini judulnya belum fixed lho yaw. Gw masih kurang bergetaaarrrr gitu dengan judul 'Jalan-jalan UK'. Karena kesannya gw kurang pelajar banget!
Hahahahaha... kayak ada aja cerita soal gw sekolah di Inggris! Sekolah mah bonuuussss... hihihi...

24 Juni 2010

Cover dari Gagas, Here We Go

Setelah cemas menanti seperti apa gerangan cover yang akan dibuatkan Gagas, eng ing eng, tiba juga!


Pertama liat, bengong dulu. Ppphheewww.. this is it nih? Ini cover apa siiiyy? Cover buku siapa siiihhh? *tunjuk tangan tinggi-tinggi*

Hadoooh.. beneran. Gw harus milih nih? Ada orang yang bikinin cover buat buku gw nih? Duh ulang, buku siapa? Hihihihi...

Oke, let's see. Kenapa ya hati gw tetep berdesirnya pada cover dari Diani? Masa karena ini bikinan sepupu gw sih? Kan enggak juga dong. Tapi emang iya sih, cover Diani jadi mentereng beda sendiri dibandingkan 4 cover dari Gagas. I must say, 4 cover itu membuat calon buku gw kelak seperti travel book banget.

Eits, tapi, sebenernya buku gw ini kategorinya apa dong? Travel book? Kan bukan juga ya. Tapi trus apa? Nove? Bukan. Chicklit? Apalagi. Biografi? Hohohooo siapa gw kaliii gilaaaa...

Oke, jadi mungkin gw harus menerima kenyataan kalau buku gw dikategorikan sebagai travel book. Huhuhu gw langsung teringat saat gw di Swedia, berada di toko buku dan membeli buku cara menjadi penulis perjalanan, hihihi... dwwwarrr..

Karena tik tak tik tuk waktu terus berjalan, gw print aja dah tuh 5 kandidat cover yang sekarang tersedia: 4 dari Gagas, 1 dari Diani. Sambil makan siang sama Hil, sang manajer, kami diskusi. Hil tetap pilih nomor 5. Gw juga pilih nomor 5. Kalau harus pilih punya Gagas, maka pilihan jatuh pada nomor 2. Bagaimana pun juga, sampul akan divoting banyak orang, jadi suara gw hanyalah satu dari seribu... eh gak seribu deng, lebay amat.

Hil meminta gw membayangkan buku itu kelak di toko buku, bersanding dengan buku-buku lain yang gak kalah bagus covernya. Maka cover gw itu harus speaks for itself. Orang yang dateng belum tentu pengen beli buku soal travel, belum tentu juga kenal sama gw, jadi orang harus tertarik sama cover. Itu hukum wajib. Nah jadi pilih cover yang mana? Dwooohh..

Abis makan, ketemu temen kantor, Besty dan Arief. Gw tanya ke mereka, pilih mana? Besty pilih nomor 5, Arief pilih nomor 4 kalo gak salah. Di jalan ketemu Cecile, dia pilih nomor 5, sembari bilang,'Kalo anak muda pasti pilih nomor 5.' Trus gw kirim email ke Wening, dia pilih nomor 5 dan 4. Gw kasih ke kakak gw, dia pilih nomor 5 dan 2, karena yang lain travel book banget.

Dwoooh jadi pegimanaaaa... Gaswat!

Sementara orang-orang Gagas udah memulai voting. So far, yang 'menang' adalah nomor 2. Sedih juga, kok gak ada yang pilih nomor 5 siiihh, huhuhu..

Hil pun mengeluarkan ide cemerlang, di tengah-tengah dia lagi rapat kalkulator karbon di Green Radio. Dia bilang, bikin polling di FB aja, itung-itung sekalian promosi dan gak bingung sendirian. Wah bener juga yak! Gw cari second opinion ke kakak gw, dia sepokat. Wah, brilian! Eh tapi kan mesti permisi sama Gagas dulu bukan siy? Secara 4 cover kan punya doski.

Sore-sorean, dapat telfon dari Nisa, sang desainer Gagas. Kalau ternyata cover dari Gagas juga akan direvisi lagi, setelah dapat masukan internal. Salah satu masukannya: cover yang 4 itu terlalu travel book (nah!) dan kurang menunjukkan personal story-nya (bener!). Jadilah Nisa akan rombak lagi gambarnya. Oke, gw juga bilang, gw akan minta Diani bikin revisi, dengan menghilangkan karakter Pippilotta, juga kuda dan monyetnya. Nisa juga memberi masukan untuk revisi cover versi Diani, supaya lebih menonjokan icon-icon London. Sip, gw beritahu kepada yang mulia Diani deh!

Oke. Jadi masih ada waktu lagi untuk melongok bagaimana gerangan cover akhir dari Gagas, juga revisi dari Diani.

Tik tuk tik tuk, sebenernya deadlinenya kapan siy?

23 Juni 2010

Goodbye to Pippilotta?

Setelah gw merilis cover yang dibikin sama Diani, gw cetingan sama Eci. Dia tanya: gak masalah tuh gw pakai nama Pippilotta untuk di cover?


Hm, pertanyaan itu terlintas juga sih di gw sejak lama. Itu yang membuat gw berpusing ria mencari judul alternatif, selain mempertahankan judul blog sebagai judul buku. Karena Pippilotta itu kan karakter yang dibuat sama Astrid Lindgren. Kata Gita, hak ciptanya kalau di Indonesia ada di tangan Gramedia.

Lalu gw teringat Citta dong. Percuma aja dia sekolah hukum soal hak cipta kalau gak bisa gw jadikan tempat bertanya.

Kata Citta, judul itu gak termasuk hal yang ada hak ciptanya. Jadi kalau gw pakai judul itu, mestinya aman-aman aja. Tapi karena di cover itu ada sketsa anak perempuan kucir dua dengan freckles di pipi yang namanya Pippilotta, nah itu gw baru bisa kena masalah. Karena gambar/karakter Pippilotta itu menjadi salah satu obyek perlindungan hak cipta. Makdarit, saran dari Citta adalah pertahankan judulnya, tapi hilangkan sketsa si anak perempuan itu.

Dari situ gw udah seneng sebetulnya. Karena mestinya sih bisa-bisa aja menghilangkan gambar Pippilotta dari sampul, tapi judulnya tetap bertahaaaan.. hore! Tapiiii Citta membuyarkan cita-cita dan harapan gw.

Citta jadilah ngobrol soal ini sama temen kantornya. Kata si temen ini, mempertahankan nama Pippilotta pun berpotensi untuk mendapatkan surat peringatan dari Astrid Lindgren, karena nama Pippilotta kan sangat khas. Hal lain adalah fans sejati Pippilotta bisa bingung, dikira ini sambungannya atau gimana gitu. Ini sih udah terbukti, karena temen gw udah ada yang nanya soal 'apa maksud buku Pippilotta ini ya?' di wall FB gw. Jadilah usul Citta, biar aman gw ganti juga judulnya. Jaga-jaga.

Huhuhuhu langsung dah gw bernyanyi: Hillaaanggg permatakuuuu... *tersedu*

Alternatif lain, kata Citta, adalah kirim surat resmi ke penerbitnya Pippi Longstocking untuk menggunakan nama Pippilotta dan gambarnya pada cover. Secara Astrid Lindgren meninggal pada 2002, maka hak cipta mestinya sih ada pada keluarga. Diduga sih bakal ho-oh aja kalau dimintai izin begini. Lalu ternyata oh ternyata, hak cipta atas Pippi Longstocking ini baru akan habis pada 2052. Masih lamaaaa ya boooo...

Pas gw ceritain ini ke nyokap, dia langsung bilang,'Ganti aja lah judulnya. Lagian ini kan gak ada hubungannya sama Pippilotta. Namanya juga baru mau tampil.'

Huhuhu iya siiiyyy.. tapi kaaann Pippilotta itu keren banget!

*gak rela*




Cover dari Diani


Setelah menodong paksa Diani untuk bikinin cover untuk calon buku Pippilotta ini, hari ini Diani nyetor hasil karyanya.

Dan it turns out to be... keren banget!

Astaga, mau pingsan rasanya pas pertama kali buka attachment itu! Bagus banget gambarnya oh Diani sayaaaangkuuuu... *peluk erat-erat*

Hadirin, inilah sampul buku Pippilotta versi Diani. Duuh, moga-moga cover ini yang menang voting sama Gagas besok!

22 Juni 2010

Merumuskan Sampul Belakang

Tadi pagi Gita datang dengan order baru. 'Cit, back cover hari ini ya!' Ha?


Apa itu back cover? Apa yang harus gw tulis? Dudidamdidaaamm..

Gw tanya Hil dong, secara dia pernah jadi Editor buku. Dia langsung ngasih setumpuk buku buat contoh. Haiyaaaa... Kirain mau bikinin, hohoho. Dia bilang, tulisan di sampul belakang harus sizzling. Halaaahh kok makin sussaaaahh...

Jadilah gw ketak ketik ketak ketik cari wangsit. Sembari ngetik, wait wait, kayaknya kalo di sampul belakang itu kan suka ada seseorang ngomentarin soal isi buku atau apa gitu kan ya? Wah itu apa ya namanya? Tanya Hil lagi aaaahh...

Oh ternyata itu namanya endorsement *baru tau, plak!*

Gw tanya lagi sama Pak Manajer, sebaiknya gw pakai endorsement atau enggak. Dan siapakah itu? Dia bilang, ya! Haiyaaa, siapaaaa? Gw langsung berasa malu-malu kucing gitu kalo disuruh minta si anu itu untuk bikin endorsement. Siapa yaaaaa...

Setelah dipikirkan dan didiskusikan dengan cermat bersama Hil *ah senangnya dia sekantor yaaa sama gw hohoho*, jadilah kita mengerucut ke 4 nama: Wening, Sly, Mas Heru dan Mas Yud.

Tut tit tat tit tut tit tat tit tut. Gw telfon Wening. Bla bla bla basa basi di awal, langsung gw todong. 'Ning, jadi endorser ya buat buku gw.' Dia bengong (paling enggak gw duga dia bengong sambil pegang telfon). Laaahh ternyata dia gak tau kalo gw mau punya buku! Hahahahaha dasaarrr... Begitulah akibatnya kalau punya teman SMP yang long time no see, dwaarr! Gw jelasin singkat soal buku itu, lalu gw kirimin naskahnya ke dia. Lalu Wening bilang,'Kan gw udah baca semua tulisan elu di blog itu.' Iya juga sih, that's why you're chosen, babe! Jadilah sore-sore Wening dah kirim endorsement sekaligus daftar typo yang gw lakukan, hihihihi. Kasih 4 jempoooll buat Wening!

Abis itu, samperin Mas Heru di ruangannya. Langsung mau dongs.. duh senangnya! Dia juga langsung minta dikirimin naskah. Gw kirimin cuplikannya aja, biar gampang. Bagaimana pun, gw gak akan bisa ke Inggris kalau Mas Heru dulu gak tandatangan surat yang gw sodorkan paksa ke hadapannya, hihihihi. Endorsement Mas Heru dateng paling pertama, manstaf!

Selanjutnya, kilikitik Sly. Pemuda Hendon itu mesti ngasih endorsement dong, secara dia fans berat Pippilotta *belagu* Begitu gw todong, langsung mau juga! Duh senangnyaaaaaa! Dia nanya, 'Gw nulis tentang elu atau tentang bukunya?' Hadoh, soal apa ya? Terserah elu aja deh Sly! Hihihi.. Daaannn endorsement-nya Sly kereeenn..

Terakhir, SMS Mas Yudhi. Awalnya dia me-refer gw ke Direktur British Council. Haiyaaa, kok jadi ribet gitu ya booo. Sementara tik tuk tik tuk waktu terus berjalaaan.. Gita udah email lagi di FB, nungguin back cover-nya. Maaappp sabar yaaakkk.. Pada akhirnya Mas Yud mau ngasih endorsement buat buku ini, hua senangnya. Dan lucunya, dia tanya, dia ngasih endorsement sebagai apa nih: kakak ipar, pakar Kota Kreatif, Manajer BC atau alumni Chevening? Hahahaha semuanya ajaaaaaa biar keren! Sampe lumutan gw nungguin endorsement dari Mas Yudhi ini dan hasilnya... lucu! Hihihi dia pake nyebut-nyebut Mantra Senja segala, hihihi senaaangg..

Akhirnya pukul 19 kurang, gw serahin juga itu back cover ke Gita. Senang!


13 Juni 2010

Pangkas Pangkas Pangkas

Kerjaan kali ini bener-bener nyeksaaaa lahir batin. Dwoooh. Gita meminta gw untuk memangkas 50 halaman dari total halaman yang gw kasih ke dia.


50 halaman? Banyak bennerrrr...

Kata Gita, kalau dipertahankan dengan jumlah halaman yang gw setor, bukunya bakal tebel banget. Tebel, artinya mahal. Mahal, artinya gak ada yang beli. Berarti rugi doongsss.. Makdarit, gw harus nurut apa kata Gita daaahh... huhuhu..

Jadilah gw menghabiskan bermalam-malam lalu untuk mangkas tulisan. Yang kira-kira gak nyambung sama fokus jalan-jalan, gw hapus. Dengan berat hati dan berurai air mata. Kalau ada tulisan yang membuat gw ragu-ragu, ini dihapus atau enggak, gw tanya dulu dong ke Hil. Ini baeknya diapus atau enggak ya? Kan gw menempatkan dia sebagai calon pembaca kelak. Lalu ada juga tulisan yang gw permak dikit, trimming di sana sini biar lebih ramping dan to the point.

Alhasil, gw berhasil mengurangi 50 halaman seperti yang diminta. Dari 170 halaman A4 jadi 120 halaman A4. Whhhoooaaahhh... hard work!

17 Mei 2010

Juli

Katanya sih bulan Juli masuk percetakan.

Semoga saja gak meleset. Antara nungguin, gak sabar, sampe bosen sendiri nih :)

 
design by suckmylolly.com